Powered By Blogger

Kamis, 01 Januari 2026

MEMPERKENALKAN DIRI

pergi ke museum sambil makan dukuh
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

naek mobil datsun ti tungtung lembur
lembur singkur pasisian kota
sampurasun balad dulur anu dilembur
baraya anu di kota samudayana

semoga semuanya senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat, sehat lahir bathin jiwa raga tebal dompetnya isinya uang dan kartu atm juga. 

perkenalkan nama asli saya adalah Awan Darmawan dari USA alias urang sunda asli sekitaran Perancis atau Peranakan Ciamis. Provinsi Jawa Barat Pulau Jawa Negara Indonesia Merdeka Jaya selama-lamanya. 

mohon dimaafkan jika vidio ini lewat di beranda teman teman atau para pengguna media sosial semua dimana saja berada ya memang waktunya untuk lewat dan tertonton oleh teman teman semua. harapan saya dengan senang hati serta lapang dada menontonnya walaupun hanya sebentar, saya sadari dengan vidio ini jauh dari sempurna dan jika berkenan tonton sampai selesai dan andaipun tidak berkenan saya tidak akan memaksa untuk menontonnya sampai selesai. 

pada intinya di vidio ini saya sekilas memperkenalkan diri serta menghaturkan terima kasih yang sebanyak - banyak nya kepada platform media sosial apapun itu yang pada saat ini saya manfaatkan. karena dengan kehadiran platform media sosial ini kreatifitas yang menjadi aktivitas dapat disimpan dengan baik serta tertata dengan rapih akan tetapi tidak hanya itu, tatkala kreativitas yang berupa aktivitas itu menarik sehingga menjadi tontonan bahkan bisa jadi menjadi tontonan dapat dinikmati oleh orang lain yang berminat serta berkenan untuk menontonnya.

saking gembira dan sukar untuk digambarkannya manfaat dari platform media sosial ini, tidak bisa saya ungkapkan di vidio ini, harapan saya semoga kita semua dapat memanfaatkannya dengan bijaksana sehingga kreativitas yang terdokumentasikan di media sosial ini bermanfaat bagi diri sendiri khususnya terutama bagi orang lain.

walaupun saya tergolong baru atau ketinggalan dari hal pemanfaatan media sosial ini, saya teringat petuah entah siapa yang bilang nya tapi kurang lebih seperti ini "tidak ada kata terlambat untuk menekuni segala sesuatu, kerjakanlah lakukanlan, mulailah, karena justru dengan tidak memulai tidak akan tahu apa yang akan diperbuat" 

salam sukses teman - teman teruslah berkarya, setiap karya yang tersimpan dan terdokumentasi Insyaallah menjadi kenangan yang menarik untuk diingat dan dibuka kembali.

sekian perkenalan dari saya, mohon maaf atas kelancangannya sudah barang tentu setiap kata yang terucap ini jauh dari sempurna. terima kasih atas perhatian, dukungannya dengan menonton mensubscribe bahkan mensharenya, saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan teman teman semua, namun saya yakin Allah akan membalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi.

dapat durian manis karena dikasih
sekian dan terima kasih

Jazakumullohu Khairan Katsiran Jazakumullohu Ahsanal Jaza
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

melempar rambutan di kebun haji rusli
karena waktu minta ga diberi
kenalkan ini Kang Usup orang Cianjur asli
pindah ke Ciamis untuk membahagiakan sang istri

jujur dalam hal ini inspirasi atau motivasi untuk membuat vidio dari dia, bermula ketika media sosial yang biasa dipakai untuk berinteraksi dengan teman teman yang jauh dari jangkauan perjalanan memberikan apresiasi yang baik, untuk lebih jauh tentang apresiasi dari media sosial itu bisa searching di web pencarian. 

disini saya tidak akan mengupas lebih jauh karena aku yakin seiring berjalannya waktu kawan-kawan semua akan mengetahuinya atau bahkan kawan kawan banyak yang mengetahui lebih dulu dari saya, ya mungkin di vidio-vidio saya Kang Usup ini partner dalam konten - konten yang saya sajikan. semoga yang kami sajikan di vidio - vidio ini sedikit memberi kebahagiaan pada kawan - kawan semua. semoga saya tidak akan bosan untuk mengucapkan terima kasih banyak Jazakumullohu Khairan Katsiran atas apresiasi serta dukungan kawan-kawan semua Insyaallah kebaikan yang banyak Allah membalasnya secepat kilat. 

NB bahasa yang kami sajikan campur-campur aku yakin kawan-kawan memakluminya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
   

Minggu, 28 Desember 2025

ANNIVERSARY HIJABBER 6

terlihat dibelakang jejeran kendaraan lawas bermesin Daihatsu merek hijet seribu berbaris rapi, hingga mencapai ratusan unit yang yang hadir memenuhi parkiran Bumi Perkemahan Sidomba berkumpul menghadiri acara Anniversary 6 Hijet Jawa Barat Bersatu HIJABBER 5 dan 6 November 2025. 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sampurasunn
hai kawan kawan sehat sehat selalu ya seminat, sebangsa dan se Negara Indonesia merdeka jaya selamanya. pada kesempatan kali ini saya akan bercerita seputar perjalanan menuju tempat Bumi Perkemahan Sidomba Kuningan untuk menghadiri Kopdar para pengguna atau pemakai Kendaraan Lawas Bermesin Daihatsu Merk Hijet, tiga piston, tiga pedal 4 akselerasi maju dan satu akselerasi mundur atau atret.

Pada kesempatan ini perjalanan menuju lokasi bersama dengan Hijeter dari Kecataman Cidolog Kabupaten Ciamis, yaitu Kang Aris dengan armada si Demplon dan Juga Kang UU Ruslan dengan armada aduh aku lupa namanya pokoknya keduanya berwarna biru satu biru tua satu lagi biru redup. oh iya ada yang lupa membersamai pula pak Kadus serta kang Dodi hijeter dari Sadananya. he he saya sendiri Hijeter dari Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. 

keberangkatan telah kami rencanakan sekitar jam sembilan malam dari Baregbeg, karena kebetulan arah menuju kuningan terlelwati oleh para Hijeter dari Cidolog inih, sehingga saya dan kang Dodi berpesan agar menjemput kami di Pom Baregbeg. singkat cerita Kang Dodi pun tiba di rumah saya sekitar jam delapan malam, kami tidak langsung berangkat, tapi ngobrol ngobrol ngalor ngidul sampai rombongan dari cidolog tiba.

perbincangan nya lupa lagi aduh, ya diantaranya pengalaman atau keluhan seputar kendaraan yang ditunggangi masing-masing. nantilah kalau ingat diceritakan lain waktu he he. tak terasa waktu berlalu dan rombongan dari Cidolog telah sampai di dekat tempat kami ngobrol - ngobrol ya kami janjian di dekat Pom Bensin Baregbeg. sebelumnya kami mendapat kabar bahwa sampainya ke tempat kami mungkin agak malam karena waktu berangkat, rombongan dari cidolog sewaktu sampai di sekitaran tanjakan bojong salawe mendapati kendaran travel sejenis Jet But atau entah Hi ace yang trouble atau mogok, sehingga mereka berinisiatif menolong kendaraan tersebut supaya dapat berjalan lagi dengan lancar. Alhamdulillahirabbilalamiin kendaraan yang mogok tersebut dapat diperbaiki dan berjalan kembali dengan lancar, eh ternyata kendaraan yang ditolong tersebut ternyata pengemudi nya masih satu Desa dengan mereka, kemudian rombongan dari cidolog melanjutkan kembali perjalanan menuju ke tempat kami, kurang lebih pukul 21.30 Waktu Indonesia Barat mereka sampai.

mendapat kabar mereka telah sampai di dekat rumah kami bergegas mengemas segala sesuatu dan segera berangkat menemui mereka yang menunggu di pinggir jalan di seberang Pom Bensin di samping halaman Kantor Kecamatan Baregbeg. 

berangkatlah kami dengan empat unit kendaraan menyusuri jalan raya RE Martadinata atau Jalan Raya Kawali. Kendaraan Merah Soemindal Kendaraan Hitam Dodi Hijeter Sadananya, Aris Mekanik dengan Si Demplon dan UU Ruslan dengan kendaraan Biru redup nya. he he selama diperjalanan Alhamdulilllahirabbilalamiin kami tidak menemukan atau mengalami banyak trouble hanya insiden lampu jauh di kendaraan ku ada konslet atau mungkin karena tegangan listrik terlalu tinggi sehingga menyebabkan saklar ke lampu jauh nya meleleh, kenapa seperti itu ya karena saklar lampu jauhnya sengaja dirubah dan terpisah dengan, beberapa menit kemudian masalah teratasi dan kamipun melanjutkan perjalanan.

Sampailah kami di perbatasan antara kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Majalengka

Perjalanan kami lanjutkan ke tempat tujuan dengan lancar tanpa ada kendala atau lancar jaya, berikut ini sekilas suasana di jalan menuju lokasi acara tampak di depan saya kendaraan Hijet berwarna biru yakni armada tunggangan Kang UU Ruslan Hijeter Cidolog. kurang lebih pukul 02 dini hari kami sampai semula kami akan berhenti di parkiran bawah seperti pada acara sebelumnya kalau tidak salah 2 tahun ke belakang kami ke tempat ini bersama kawan kawan hijeter dan menunggu pagi diparkiran bawah, namun melihat keadaan yang cukup sepi kami sepakat untuk langsung saja menuju lokasi yakni parkiran atas. tampak berjejer denga rapih kendaraan kendaraan hijet yang rupa rupa warnanya ada merah hitam biru hijau telur asin dan coklah, ada hijet 55 wide. ramai dan hirup pikuknya di tempat ini, waktu menunjukan kurang lebih jam delapan pagi, ternyata yang hadir di lokasi ini tidak hanya hijeter dari jawa barat akan tetapi dari tuban juga ada mantapp kerrennnnn

 

Kamis, 15 Mei 2025

CERITA INI IMAJINASI PENULIS, "PERCAKAPAN SASTRAJINGGA DAN SUMINDAL"

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sampurasun, bagja bagja bagja waluya kawan kawan semua, kita bertemu lagi ya, he he he, terima kasih mau menonton vidio yang sapuratina ini atau sederhana ini. semoga kawan kawan semua selalu ada dalam keadaan sehat wal afiat sehat lahir bathin jiwa, raga Iman Islam Ihsan, berkah milik rezekinya berkah dengan bertambahnya usia. pada kesempatan kali ini saya akan membawakan cerita yang terinspirasi dari 

diceritakan pada suatu ketika Sastrajingga atau Cepot kedatangan seorang yang entah dari mana asalnya dia bertamu malam - malam, pada kesempatan itu Sastrajingga sedang menyendiri ngahariring atau bersenandung entah lagu apa yang dia nyanyikan,

sunyiiii nyaaa malam ini ehhh tapi beberapa menit yang lalu ding sunyinya, sekarang terdengar suara jangkring yang patembalan aduuuhhh malam ohhh malammm dan siang selalu datang berganti tiada saling mandahuluiiiii oohhhh ketentuan dari Illahi

sedang asyik ngahariring terdengar dari luar ada yang mengetuk pintu

tok tok tok lalu mengucap salam Assalamu'alaikum

Sastrajingga : Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, siapa di luar ? orang ataukah bukan ?

Sumin : ya orang dong kalau bukan orang kan, ga akan baca salam

Sastrajingga : oh iya ya benar juga ya aduh aduh aduh, siapa namanya mau ke siapa ?

Sumin : oh saya sumin kang, sengaja weh mau main ke sini, kali aja orangnya ada,

Sastrajingga : ohh sumin, sumin mana ya ? suminto yang viral itu ?

Sumin : ahh bukan atuh akang Sumin doang inimah.

Sastrajingga : ohh ya ya ya silahkan masuk, silahkan duduk, kebetulan saya lagi sendiri nih, belum ada teman menemani.

Sumin : ohh iya iya kang saya terima ajakan akang masuk dan duduk, tapi mohon maaf ya saya belum bisa kasih apa apa, soalnya kesini cuma main main saja,

Sastrajingga : ohh ya ya ya ga apa apa mangga mangga mangga

Sumin : kang barusan sayateh tidak sengaja lagi lewat di depan rumah denger akang hahariringan, atau bersenandung ya ?

Sastrajingga : ohh itumah bukan bersenandung de hanya geugeureunceman saja, lagian da sayamah tidak pandai menyanyi apalagi bersenandung de

Sumin : ohh kirain ituteh bersenandung tapi kedengerannya seperti bernada gitu ya

Sastrajingga : aahh biasa itumah, kalau lagi santai begini saya ya suka begini apalagi menyendiri di depan rumah ini.

Sumin : ho ohh kedengerannya seperti asik kang.

Sastrajingga : nah ngomong - ngomong ade ini kalau ga salah namanya tadi sumin ya ?

Sumin : iya bener kang saya menamakan diri seperti ini

Sastrajingga : ohh nah kalau boleh tahu terinspirasi dari apa nama sumin itu ?

Sumin : kalau hal ter inspirasi saya kurang tahu kang namun sepertinya pas aja dengan tampang saya yang seperti ini hi hi hi

Sasrajingga : he he he he he bisa aja kamu de ya udah sekarang kalau boleh tahu ada perlu apa datang kesini ?

Sumin : ya pertama tama saya mohon maaf apabila kedatangan saya mengganggu, apalagi akang sedang asyik dan mungkin butuh waktu dalam kesendirian ya

Sastrajingga : ya ya ya dimaafkan kan tadi di awal saya katakan kebetulan lagi pingin ada temen ngobrol

Sumin : selanjutnya sebagai orang terkenal atau viral ya, secara akang ini sudah terkenal se alam dunia sepertinya dan sudah malang melintang di kehidupan dunia ini. sudi kiranya berbagi cerita sama saya dong

Sastrajingga : aduh aduh aduh banyak atuh ari ceritamah, baik itu pengalaman ataupun cerita dari orang orang lain juga, nah kamu dek mau nya yang mana ?

Sumin : yang mana apanya kang ?

Sastrajingga : ya itu pengalaman sendiri atau cerita orang lain ?

Sumin : apa aja boleh lah kang

Sastrajingga : ohh kalau cerita orang lain banyak tapi kalau pengalaman diri sendiri kayaknya susah diceritakan dek

sumin : ko susah di ceritakan kang ?

Sastrajingga : ya susah dong diceritakannya saya ini kayu, atau perantara sementara yang ngalamin itu orang yang lagi ngagiteuk giteuk kita dek

Sumin : ha ha ha  ha ha ha iya iya iya iya kang atuh kalau gitumah pengalaman akang sama saya bisa sama dong ?

Sastrajingga : loh ko pengalaman kita bisa sama dek ?

Sumin : ya kan yang ngagitek giteukeun kita ini orang yang sama kang

Sastrajingga : aeh heu heuh nya lakadalah ha ha ha

Sumin : gini aja kang, cerita yang akang ingat dan berkesan itu cerita apa ?

Sastrajingga : ohh kalau itu yang saya ingat dan berkesan adalah cerita si kabayan di cukur

Sumin : nah nah nah gimana tuh ceritanya ?

Sastrajingga : ini cerita sewaktu masih bocah kecil dulu, begini ceritanya, ada seorang raja punya anak tujuh nah anak yang ke tujuh ini suka denger cerita,

Sumin : bagaimana ceritanya ?

diulang sampai 5 kali

Sumin : aduh aduh aduh kayaknya ga akan selesai selesai ceritanya kang

Sastrajingga : ha ha ha ha iya lah dek ceritanya baru akan selesai kalau adek ga minta diceritain lagi

Sumin : iya iya kang ahh, sepertinya ada yang manggil nih, sekalian mau beli sesuatu nih ke warung, terima kasih ceritanya kapan kapan cerita lagi ya,

Sastrajingga : ehh masih sore atuh dek kapan lagi atuh kita cerita cerita lagi

Sumin : kapan kapan kang, pamit dulu ya Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sastrajingga : ya ya ya silahkan Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh hati hati dijalan dek

dan Sumin pun pergi meninggalkan Sastrajingga yang menyendiri lagi menyepi tanpa sapi hi hi hi




OBROLAN DINA JERO HATE DIPERANKEUN KU MEDIA WAYANG KAI "MEDIA SOSIAL"

Angin tiis karasa nyelecep kana tulang sandi, jigana ampir karasa kana sumsum oge, peuting anu poek ngagayuh beuki teungah peuting bae. kacarios di hiji tempat nyatana lembur panglawungan nagara ngawang-ngawang, aya nu masih keneh paguneman catur atawa ngobrol ngaler ngidul, nyatana Dawala jeung Nala Gareng, silih toel silih tema patarema obrolan, nya diantarana ngobrolkeun ngeunaan media sosial di jaman kiwari

Dawala :  tetela nya berkembanna kamajuan teknologi teh kacida cepetna ?

Gareng : ah eunya kitu Kang ?                na   cepet kumaha ?         lalulumpatan kitu ?

Dawala : his lain lulumpatan,               kawas mobil atawa motor atuh !!

Gareng : na model kumaha kitu kang ?          asa can pati asup kana pipikiran yeuh

Dawala : ah da barina ogenan ulah diasupkeun kana pipikiran,        sok sanajan sakapeung mah sok kapikiran

Gareng : beu naha jadi beuki pabeulit yeuh rarasaan teh,       kumaha kumaha maksud na ?

Dawala : geus tong di kuir kuir wae mih teu pabeulit,        kieu yeuh, dirasa rasa jaman kiwari mah, saha wae oge  sigana terbuka peluang jaradi artis jiganamah.

Gareng : ah artis kumaha ?            sakaapal ari artis mah terkenal          alias dipikawanoh inyana dimana - mana ti suklakna ti siklukna

Dawala : ha ha ha ha nya dalah da di heunteu heunteu oge      sarerea oge bisa,

Gareng : ah asa can kapikir kang kumaha,        atawa naon anu jadi cukang lantaranna ?

Dawala : yeuh ku ayana malah mah loba media sosial           ngabuka peluang keur anu bisa ngakses jeung ngagunakeunna sumawona ngamanfaatkeunna jadi jalan panganter na atuh.

Gareng : hmmm nya naha ?      ahh asa jararauheun ari kuring mah kang, repot jigana lamun jadi artismah,             padat kegiatan meureun,          jadwal kaditu kadieu.

Dawala : he he he nya nya,                    tapi pan ari anu beuner beuner jadi artis mah maranehna boga manager atuh,               anu ngatur jadwal kagiatan maranehna.

Gareng : nya pasti alias kudu meureun atuh etamah        supaya jaralan sarerea,           taya nu katunda kabehna bisa kawalatraan.

Dawala : eh tah pan eta ilaing nepi pamikiran nepi ka lebah dinya.

Gareng : ke ke ke tadi ceuk akang sarerea boga peluang nu sarua ?        kumaha tah maksudna ?

Dawala : eunya sok we geura urang pikiran,           ku ayana media sosial anu loba rupa na,         didinya pan sarerea anu bisa ngakses         pangpangna boga kuota,               sacara teu sadar lamun mosting hiji dokumentasi teh,               keur mromosikeun dirina ka papada batur nu lian,

Gareng : hmmmmmm asa asa asa eunya dipikir pikirmah, cik tuluykeun kang

Dawala : tah satiap hasil karya urang,         meureun ceuk ieu akang oge,         hasil karya urang anu geus naek kada media sosial             sacara teu langsung diri sorangan teh mromosikeun              atawa ngenalkeun diri sorangan ka khalayak ramai,

Gareng : na khalayak ramai kumaha ?        pan meureun anu ningali na oge terbatas,          ngan ukur babaturan anu berteman atawa ngikuti urang ?

Dawala : nya akur bae atuh,      kangaranan hiji karya atawa anu tadina ukur diri sorangan              anu ngonsumsina ayeuna di bagikeun kabatur            berarti meureun etateh jadi konsumsi publik atawa balarea lin ?

Gareng : aeh eunya kang,    di pikir pikir mah beuner eta jadi konsumsi publik,

Dawala : tah kajaba ku diri sorangan di privasi,          tapi naha eunya ku urang di privasi pihak anu boga aplikasi teu bisa noong kana privasi urang ?

Gareng : ah duka tah, prasangka hade we,           admin na Insyaallah amanah moal wawanian noongan kanu di privasi.

Dawala : tah satuluyna, pan ayeunamah geus jadi penomena anu biasa,              satiap kamana - mana                  urang sok nga"abadikeun ceunah momen atawa waktu           anu alus jang postingkeuneun kana media sosial.

Gareng : nya nya nya beuner,      kuring oge katularan kang kawas kitu,

Dawala : tah pan baheula mah jalma jalma tertentu         anu bisa kitu teh,             ayeunamah meh kabeh bisa,                 ku ayana dipermudah hal atawa barang jang ngolah na.

Gareng : tapi da heu euh dipikir pikir mah,         kabeh oge anu boga media sosial mah jigana          keur jadi artis.

Dawala : eunyaaaa, beda namah dina pendapatanna                         atawa bebeunangan jeng penghasilanna,                 aya nu loba aya nu alakadarna aya oge nu heunteu.

Gareng : nya nya nya,        keun we lah, da emang geus kuduna gurat na kudu jiga kieu jaman ka jaman teh meureun kang

Dawala : eunya, ngan akang mah meunang pamanggih tina kajadian ieu teh

Gareng : na pamanggih kumaha kitu ?

Dawala : baheula guru ngaji ngabejaan                 yen ceunah ke di alam akhir,             urang bakal ningali laku laku urang           ti mimiti neupi ka panganggeusan,               saperti ningali film

Gareng : ohh kitu nya kang, lajeung

Dawala : tah harita mikir na eunya kitu ? na kumaha carana ?

Gareng : terus kumaha kang ?

Dawala : tetela ayeuna nyata katingali,                   geuning di ibaratkeunna memori hp,              plash disc atawa harddisc,                duhh tetela urang teh unggal poe ogenan direkam.

Gareng : ohhh eunya kang, duhhh mugia urang samudayana,                  diteubihkeun dijagi tina laku laku lampah anu awon kang

Dawala : aamin aamiin Yaa Allah Yaa Rabbalalamiin

 

Jumat, 02 Mei 2025

KASEPUHAN DESA BAREGBEG

Di hiji tempat anu kasebat lembur Panglawungan nagara Ngawang ngawang, kacaturkeun paguneman catur ngaler ngidul antara Dawala sareung Nalagareng, dua nana nuju ngarineh tamba sare sore sore ngalarobrol silih pairan obrolan ngeunaan kahirupan anu kaalaman di jaman kiwari. rupa rupa papanggihan atawa pangalaman salila ngalalana sok sanajan ayeuna ogenan sarua we keur ngalanana.
pok dawala nyarita

  • Dawala : Bagja - bagja bagja yi Gareng ayeuna urang duaan bisa kumpul ngariung deui di hiji mangsa anu teu kapikiran samemehna nya ? arurang ayeuna aya dina kaayaan sehal wal afiat sehat jiwa raga,

  • Gareng : muhun muhun leres akang, dina leresan ayeuna raraosanmah gareng ogenan sapertosnamah aya dina kaayaan sehat wal afiat.

  • Dawala : heu euh syukur Alhamdulillahirabbilalamiin bisa ngarasakeun sehat wal afiat, jeung salawasna inget kana nikmat karunia ti Mantenna nyatana Allah Subhanahu Wata'ala

  • Gareng : muhun muhun Kang, akang parantos moddol ?

  • Dawala : oh parantos atuh dinten ayeunamah, eh naha geuningan nanyakeun moddol :

  • Gareng : nya bisi we atuh can moddol atawa hese moddol, da kuringmah lamun teu moddol asa teu geunah we karasana kana awak teh, komo lamun mules wae bari jeung hese kaluar mah eta kotoranna.

  • Dawala : heu heu heu eunya ketang mindeng akang oge ngarasakeun kitu, geus ah ulah waka ngahabas eta, cuang ngabahas nu lain we ayeunamah.

  • Gareng : oh nya atuh urang ngobrolkeun naon dina kasempetan ieu ?

  • Dawala : dina kasempetan ayeuna urang ngobrolkeun Sajarah atawa kasantunkang hiji desa, nyaeta Desa Baregbeg

  • Gareng : boleh boleh lah hasokan areng deuk ngadengekeun we alias ngupingkeun

  • Dawala : nya syukur rek ngadengekeunmah, ieumah urang ngaguar carita malah mandar aya luang pikeun urang jeung inget kana asal muasal, sakali kali urang teh ngingetan deui kasantukang hiji tempat anu mana bisa jadi pamicu urang leuwih mikanyaah deui ka lembur sarakan urang.

  • Gareng : hmm muhun muhun Kang, lajeung, lajeungkeun Kang

  • Dawala : ujaring carita Reng ceunah Baregbeg teh nyaeta hiji tutuwuhan anu mangrupa tatangkalan sarupa awi awian

  • Gareng : owhhh sajeunis awi awian nyah kang ? ke ke ke awi nu kumaha ?

  • Dawala : satutasna ku akang di taliti di titenan tetela geuningan awi teh loba rupa atawa jenis na

  • Gareng : owhh loba jenis atawa rupa na nyah, coba coba coba tataan hiji hiji

  • Dawala : nya diantarana aya awi gombong, aya awi bitung, aya awi tali, aya awi tajur, aya awi tamiang, aya pringkadani, aya awi jepang, aya awi ampel, ampel oge rupa rupa diantarana ampel hejo, ampel koneng, aya oge awi baregbeg atawa buluh

  • Gareng : tah tah tah aya kasebut awi buluh atawa baregbeg, eta rupa na kumaha awi buluh atawa baregbeg

  • Dawala : sapaliwat mah awi buluh atawa Baregbeg teh mirip awi tajur, ukuranna seudeung lah teu gede teuing teu leutik teuing, sakainget kuring dihareupeun kantor desa pernah aya dipelak eta awi teh.

  • Gareng : ari ayeuna kumaha kang masih keneh aya eta awi teh ?

  • Dawala : aya sih tapi di hareupeun kantor desa akang asa teu ningali, lamun teu salah aya ningali teh di blok perumahan baladewa.

  • Gareng : owh kitu nya kang, naha kunaon di ilangkeun atuh nya ?

  • Dawala : duka tah naon sababna eta ciri dileungitkeun, duka pedah bala duka kumaha teu apal ah.

  • Gareng : owh kitu, areng pernah nguping saurna aya pupuhu atanapi kasepuhan para pendiri Baregbeg ieu Kang ?

  • Dawala : oh jelas reng tangtos aya, yakin akang di satiap lembur aya tetua atapi kasepuhan anu ngarintis atawa miara ngamakmurkeun eta lembur nya diantara lembur atawa Desa Baregbeg ieu

  • Gareng : tah Desa Baregbeg ieu saha atuh kasepuhanna atawa cikal bakal na ?

  • Dawala : numutkeun carita atawa prasasti anu aya di Desa Baregbeg anu kacatet didinya wasta na Arya Janggala, anu kacarioskeun tileum atanapi patilasanna anu ayeuna katelah wewengkon Dusun Baregbeg kolot, nya urang dieu nyarebatna kiayi Arya Janggala

  • Gareng : ohh kiayi Arya Janggala, palih mana etateh kah Baregbeg Kolot teh ?

  • Dawala : lokasi na aya di blok atawa lebah Universitas Galuh jeung SMA 1 Baregbeg, lebah dinya kan asup ka Wewengkon Dusun Baregbeg kolot, watesna ti jembatan walungan Cikalagen ngetan ngidul, eta hutan Kota salamanik ogenan asup ka wewengkon Dusun Baregbeg Kolot reng

  • Gareng : ohh muhun muhun muhun kang. tah pami di hutan kota salamanik kukupinganmah aya patilasan oge nya kang ?

  • Dawala : enya aya reng, tah didinya mah Patilasanna Ki Buyut Mangun Tapa, malah mah eta tempat ka asup tempat anu di lestarikeun, ngaranna situs Ki Buyut Manguntapa Salamanik Baregbeg,

  • Gareng : dupi Ki Buyut Manguntapa teh asli kalahiran Baregbeg kang ?

  • Dawala : numutkeun katerangan nyaeta carios beja pabeja beja anjeunna sanes kalahiran Baregbeg tapi Kalahiran Cirebon, harita waktos jumeneng keneh Raja Prabu Siliwangi anjeunna kapapancenan ka leubah dieu, ngabantosan dina hal pemerintahan, kayakinan sareng tata kelola lingkungan, ya di Baregbeg oge anjeunna nyebarkeun Ajaran Agama Islam.

  • Gareng : ohh kitu nya kang, anjeunna nyalira bubuara ka Baregbeg teh ?

  • Dawala : henteu reng anjeuna aya rencang na, anu masing masing rencang teh kagungan atanapi kasinugrahan kaahlian masing masing,

  • Gareng : tah tah tah saha wae eta kang rencang Ki Buyut Mangun Tapa teh ?

  • Dawala : tah rencang Ki Buyut Mangun Tapa teh numutkeun carios ti juru kunci atanapi kuncen di wewengkon Patilasanna nyatana di Salamanik tea

  • Gareng : owh aya juru kunci na oge di eta wewengkon Patilasan Ki Buyut Manguntapa Salamanik teh kang ?

  • Dawala : kantenan aya atuh Reng, nya anu katelah wasta na eta juru kunci teh nyaeta Abah Soleh Saepudin linggih na di Dusun Desa RT 004 RW 002 Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg

  • Gareng : owhh kitu nya kang ? tos lami anjeunna janten juru kunci teh ?

  • Dawala : sapertinamah lumayan lami oge reng, keun urang teunden di handeuleum sieum pikeun sampeureun jaga perkawis Juru Kunci mah nya,

  • Gareng : muhun muhun kang, atuh lajeungkeun deui ngeunaan rencang atanapi pangiring Ki Buyut Mangun Tapa tea kang !!

  • Dawala : tah jenengan para pangirin Ki Buyut Mangun Tapa teh diantarana aya Ki Dalem Abrur patilasanna di palih wetan peuntaseun walungan cikalagen nyaeta sagedengeun Dam Aspan

  • Gareng : ohh kutan palih wetan nyah ? teras saha deui ?

  • Dawala : salajeungna aya Nyai Buni Geulis patilasanna lamun ti Patilasan ki Dalem Abrur ka belah wetan kebat pernahna di teungah sawah aya hiji tempat anu rimbun ku tutuwuhan ti tengah sawah

  • Gareng : ohhh ti Dalem Abrur ka palih wetan nya, teras saha deui kang ?

  • Dawala : ti Nyai Buni Geulis ka palih Kulon meuntas walungan cikalagen deui didinya aya Kiai Arya Janggala anu kacarioskeun ilang di palihan dinya

  • Gareng : muhun muhun muhun, masih keneh aya kang pangiring na ki Buyut Mangun Tapa teh ?

  • Dawala : aya reng, tah ti patilasan Dalem Abrur ka palih kaler aya didinya pernah bumetahna Kiai Gajah Barong nah malahan mah aya sakola Dasar anu ngangge ngaran mantenna nyaeta SD Gajah Barong.

  • Gareng : ohhh aya geuningan nya Kiai Gajah Barong teh ? teras saha deui kang ?

  • Dawala : ti patilasan Kiai Gajah Barong ka beulah kulon didinya aya Patilasanna Dalem Sutakerti urang dinya mere ngaran ka eta wewengkon nyaeta Sakerti

  • Gareng : ohh Dalem Sutakerti nya ? teras masih keneh aya Kang Pangiring na ?

  • Dawala : aya reng tah ti Gajah Barong kebat ka kaler didinya aya Kiai Rambut Beukah, pernah na di Dusun Ciwahangan

  • Gareng : oh muhun muhun muhun teras aya keneh kang ? pangiring na ?

  • Dawala : aya reng nyaeta ti panglinggihan Kiai Rambut Beukah ngaler ngulon aya didinya nyaeta Ki Ajar Padang nyaeta wewengkon Pasanggrahan. tah urang duaan ayeuna aya di wewengkon Pasanggrahan cakeut sareung tempat linggih na Kiai Ajar Padang.

  • Gareng : ohh muhun muhun kang, nya sigana sakali kali mah urang teh kudu kadinya nya kang ? silaturahmi pangpangnamah tapakur sangkan inget kana perjuanganna ngaheuyeuk leumbur sangkan subur makmur

  • Dawala : nya Reng pan aya paribahasa maung paeh ninggalkeun beulang manusa maot ninggalkeun karya jeung pagawean pagawean nu hade turutaneun tuluykeuneun generasi nu bakal ngaganti na nya diantara urang duaan ieu.

  • Gareng : eunya Kang ayeuna arurang mah mun dibandingkeun jeung aranjeunna tacan aya nanaonna, aranjeunna mah estu sepi ing pamrih rame ing gawe, ari kuring mah lamun barang gawe teh pedah aya pamrihna geuningan.

  • Dawala : puguh ge reng nya kitu akang ogenan migawe nanaon teh teu weuleh sok kaentreupan wae ku rasa hayang ka eueluhkeun, hayang di nuhunkeun hayang diwahkeun hese geuningan nya nata hate sangkan mibanda atawa anceug kana sepi ing pamrih rame ing gawe teh.

    kitu diantarana paguneman antara Dawala sareung Nala Gareng silih elingan atawa sakilas ngaguar ngeunaan para kasepuhan anu ngadukung kana kamajuan atanapi perkembangan Desa Baregbeg. cag











SOEMINDAL

buah nanas tangkainya masih hijau terlihat mata ahhhh entah dari mana harus memulai nya ini cerita,  karena sudah terlalu panjang perjalanan...